600 Sayap Jibril — Betapa Kecilnya Kita di Hadapan Allah, TETAPI
Malam itu bukan hanya tentang buka puasa bersama. Santri, asatidz, sahabat, wali santri, dan para pendukung Rumah Qur’an berkumpul dalam suasana yang penuh kehangatan. Tidak semua hadir secara fisik, tetapi semuanya bersatu dalam ruh doa yang dipanjatkan pada malam itu.
Setelah berbuka bersama, kami lanjutkan dengan tarawih berjamaah. Malam semakin larut, tetapi hati justru semakin hidup. Di penghujung malam, doa pun kami panjatkan untuk kaum muslimin, untuk saudara-saudara kita yang tertindas, untuk Palestina, untuk bumi Syam, dan juga untuk bumi haram.
Di antara doa itu, kami juga memohon kepada Allah agar menjaga Rumah Qur’an ini, menjaga para santri, para sahabat, dan para donatur dengan rahmat-Nya yang luas. Karena kami sadar, Rumah Qur’an ini tidak berdiri sendiri, ia berdiri karena banyak hati yang ikut menopang.
600 Sayap Jibril — Betapa Kecilnya Kita di Hadapan Allah, TETAPI
Ketika kita membayangkan betapa besarnya ciptaan Allah, betapa indahnya, hingga kita merasa begitu kecil dan hina di hadapan-Nya, sebuah peristiwa besar terjadi pada malam 17 Ramadhan.
Saat wahyu pertama turun kepada Rasulullah ο·Ί, Malaikat Jibril diperintahkan untuk menyampaikan firman Allah dengan perintah Iqra. Saat itu Jibril datang dengan wujud aslinya, dengan 600 sayap.
Ketika kedua sayapnya belum sepenuhnya dibentangkan, hanya 2 sayap dari 600 yang ada. itu saja sudah menjadikan ufuk barat sampai ufuk timur tertutup oleh sayapnya, seakan langit dipenuhi oleh kebesaran makhluk Allah itu.
Namun ternyata itu belum seberapa. Dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa Malaikat Izrail memiliki 1200 sayap, dan ukuran sayapnya lebih besar dibandingkan Jibril.
Dan lebih besar lagi adalah malaikat-malaikat yang memikul Arsy Allah, yang dikenal sebagai Hamalatul Arsy. Dalam sebagian keterangan disebutkan mereka memiliki 2400 sayap, dan gambaran malaikat bersayap banyak seperti itu bahkan tergambar pada kubah Hagia Sophia di Turki.
Ketika kisah ini disampaikan kepada para santri pada malam itu, suasana menjadi hening. Hati terasa sempit, bukan karena sedih, tetapi karena tersadar… betapa kecilnya kita di hadapan Allah.
600 Sayap Jibril — Betapa Kecilnya Kita di Hadapan Allah, TETAPI
Semoga setiap kebersamaan ini menjadi amal yang tidak terputus. Semoga setiap langkah kecil di Rumah Qur’an ini menjadi sebab turunnya rahmat Allah.
InsyaAllah Rumah Qur’an Ahlul Barik akan terus berproses, menghadirkan program-program terbaik untuk santri dan juga wali santri. Pada kesempatan halal bihalal nanti, insyaAllah akan diadakan kegiatan parenting.
Saat ini Rumah Qur’an juga sedang dalam program penambahan lantai, yang insyaAllah akan sangat bermanfaat untuk menampung kegiatan santri yang semakin berkembang.
600 Sayap Jibril — Betapa Kecilnya Kita di Hadapan Allah, TETAPI
π Ingin melihat buah manis dari menghafal Al-Qur’an? Mari bersama-sama kita bangun generasi yang kuat iman dan karakternya melalui pembelajaran di Rumah Qur’an Hidayah Ahlul Barik. Untuk informasi lebih lanjut, silakan menghubungi kami.
Kontak & Medsos Resmi
Facebook: RQH AHLUL BARIK
TikTok: RQH AHLUL BARIK
YouTube: AHLUL BARIK ON MISSION
Admin: 62895 3422 18833